Berita Perusahaan

Berikut ini adalah berita-berita dari kami. Silahkan hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.

 

Kewajiban Untuk Menjaga dan Memelihara Lingkungan Dari Sudut Pandang Agama


                               

Alam dan isinya termasuk manusia adalah bagian dari lingkungan hidup. Ketersediaan berbagai sumber daya alam merupakan  daya dukung bagi kehidupan manusia dan makhluk lainnya. Oleh karena itu kelangsungan hidup manusia tergantung dari sumber daya lingkungannya, sebaliknya sumber daya lingkungan tergantung bagaimana manusia mampu mengelola sumber daya dengan sebaik baiknya.

Lingkungan hidup tidak semata?mata dipandang sebagai penyedia sumber daya alam serta sebagai daya dukung kehidupan , tetapi juga sebagai tempat hidup yang mensyaratkan harmonisasi, yaitu adanya keserasian dan keseimbangan antara manusia dengan lingkungannya.

Di dalam sejarah peradaban manusia, terdapat tiga revolusi yang telah mengubah pola kehidupan bermasyarakat , baik dari segi produksi, distribusi, maupun konsumsi :

  • Pertama adalah Revolusi Agraria pada masa prasejarah,
  • Kedua adalah Revolusi Industri pada abad ke-18,
  • Ketiga adalah revolusi yang berhubungan dengan pengolahan minyak bumi dan energy pada paruh abad ke-19.

Perjalanan peradaban manusia sangat erat dengan proses perusakan lingkungan , yaitu terutama sejak dimulainya proses industrialisasi, menjadikan arah pandang manusia fokus  bahwa alam merupakan deposit kekayaan yang dapat memakmurkan.Mulai saat itu sumber-sumber alam dieksploitasi untuk diolah menjadi barang dengan tujuan, dapat memenuhi kebutuhan dan kemakmuran hidup manusia. Sehingga pemanfaatan dan pengelolaan lingkungan cenderung  eksploitatif dan destruktif., baik sengaja maupun tidak sengaja.  Hal ini seiring dengan adanya alat ampuh, yaitu mekanisasi melaui diciptakannya mesin-mesin pengolah, mengakibatkan alam  dikelola secara mekanis.  Disisi lain terjadilah intensitas pengeksploitasian lingkungan semakin gencar tak terkendali. Fungsi alam tidak lebih dari benda mekanis yang hanya bernilai sebagai instrumen untuk kepentingan manusia.

Pengelolaan alam secara mekanis juga terkait dengan pertumbuhan demografi yang terus melaju. Kenyataan itu mendorong digerakkannya pembangunan yang berorientasi pada "pertumbuhan ekonomi" yang justru semakin meningkatkan pengeksploitasian sumber alam. Hal ini tidak untuk kemakmuran saja, tetapi bahkan untuk memenuhi kebutuhan paling dasar dari umat manusia. Berdalih efesiensi ,hutan selain sebagai sumber bahan baku untuk diolah menjadi bahan produk, juga dikonversi menjadi lahan pertanian. Perusakan ini juga ditimbulkannya polusi atau pencemaran. Upaya meningkatkan produksi dan menjaga kesuburan lahan pertanian, digunakan pupuk kimia, pestisida secara besar-besaran. Semua itu dibangun untuk meningkatkan produksi dan distribusi, yang mengakibatkan benturan terhadap  alam dalam bentuk polusi.

Akibatnya sumber daya alam semakin menipis, kemampuan daya dukung alam rapuh dan mengancam kehidupan manusia dan lingkungannya.

Jelas bahwa persoalan lingkungan hidup tersebut bersifat universal, sebab berbicara tentang lingkungan hidup, berarti berbicara tentang persoalan yang dihadapi manusia dan  lingkungannya. Persoalan lingkungan hidup tidak terlepas dari kejadian  proses dinamika alam senidiri serta  ulah  perbuatan  manusia dalam memenuhi kebutuhannya. Ini semua mengakibatkan  terjadinya berbagai ketidak seimbangan ekosistem, baik manusia, flora maupun fauna.

Secara otomatis ketidak seimbangan  tersebut,  mengakibatkan kerusakan lingkungan hidup,  dalam berbagai bentuk , antara lain : pencemaran air, pencemaran tanah, krisis keanekaragaman hayati ,kerusakan hutan, kekeringan dan krisis air bersih, pencemaran udara, banjir lumpur dan sebagainya.

Jika dicermati lebih seksama, hal itu terjadi karena berakar dari cara pandang   manusia terhadap alam dan lingkungannya. Perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab terhadap lingkungan telah mengakibatkan terjadinya berbagai macam kerusakan. Memburuknya kondisi lingkungan hidup secara terbuka akan mempengaruhi dinamika sosial politik dan sosial ekonomi masyarakat, baik di tingkat komunitas, regional, nasional maupun global. Tanpa adanya usaha-usaha perlindungan dan perbaikan terhadap kerusakan lingkungan, maka tidak mustahil hal ini dapat membawa kehancuran bagi kehidupan manusia dan alam semesta ini.

Terjadinya berbagai kerusakan lingkungan merupakan akumulasi dari faktor-faktor :

  • Tingkat struktural, yang paling menonjol adalah strategi pembangunan dan industrialisasi yang eksploitatif, tidak mengindahkan keselarasan bahkan menimbulkan kerusakan alam dan kesenjangan sosial.
  • Tingkat kelembagaan, kerusakan lingkungan dikarenakan berbagai perangkat kelembagaan yang rapuh, tidak terkoordinasi dan cenderung korup.
  • Tingkat kultural, terjadinya kerusakan lingkungkan dikarenakan rendahnya kesadaran dan perilaku ramah lingkungan.

Hal lain yang paling mendasar adalah, disebabkan oleh menjamurnya budaya hedonis dalam kehidupan masyarakat, , termasuk pola pikir yang mengedepankan kepentingan manusia semata, dengan tidak melihat daya dukung lingkungan bagi hewan, tumbuhan, ataupun mikroba yang pada akhirnya mempengaruhi kehidupan manusiasendiri.

Oleh karena itu, perbaikan cara pandang manusia melalui pendekatan  Agama menjadi penting untuk mengarahkan dan menjadi pedoman agar manusia lebih menyadari akan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan hidup. Sehingga mengkaji lebih dalam, bagaimanakah pandangan Agama terhadap lingkungan dan permasalahannya; seperti apa pedoman yang diterangkan dalam Agama (kitab suci) bagi umatnya dalam usaha memanfaatkan apa yang tersedia di alam dan bagaimana kewajiban memeliharanya.

Agama sebagai rambu-rambu bagi manusia dalam berperilaku,  untuk bisa lebih arif dalam mengelola lingkungan dan memanfaatkan apa yang telah disediakan oleh alam semesta bagi kemaslahatan hidup manusia dan makhluk lainnya.  Karena agama adalah sesuatu yang bukan hanya sekedar kepercayaan terhadap adanya sang Pencipta (Tuhan) atau kepercayaan akan adanya kehidupan setelah kematian. Agama juga mengatur dan berorientasi terhadap kosmos tentang bagaimana peran kita di dunia. Kita mengerti bahwa dalam arti yang luas agama juga adalah berarti bagaimana manusia mengenal batas-batas realitas dan bagaimana manusia berinteraksi dengan lingkungannya.

 

  *) Supandi



PT. UNILAB PERDANA

Head Office
Jl. Ciledug Raya No.10 Cipulir
Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. 12230.
Phone : +62 21 7253322, Fax : +62 21 7253323

Representative Office
Jl. Kutisari IV/2B, Tenggilis Mejoyo, Surabaya
Phone : +62 31 8415839, Fax : +62 31 8415839
Marketing Office
Jl. Raya Abianbase Kapal, MenguwiBadung, Bali Phone : 0823-4003-9831

Marketing Office
Jl. Dock Yard No.6-7A, Pangkalan Sesai, Dumai Barat, Dumai-Riau.3551 Phone : 0765-810121

Media Informasi

Lokasi

  • whatsapp